Pembahasan mengenai Puasa Nisfu Sya’ban di Ajaran Islam ialah salah satu puasa sunnah yang dapat dikerjakan dipertengahan Bulan Sya’ban dalam kalender Hijriah (Kalender Islam) bagi setiap Muslim baik Pria maupun Wanita diseluruh Dunia yg sdh Berakal, Cukup Umur (Baligh) dan memenuhi Syarat Sah untuk mengerjakan Puasa karena tidak bisa dipungkiri bahwa Hukum Mengerjakan Puasa Nisfu Sya’ban ini Sunnah dan Hukum Puasa Nisfu Sya’ban Sunnah ini berarti akan mendapatkan Pahala Puasa Sunnah bagi setiap Muslim yang mengerjakannya dan tidak akan mendapatkan Dosa maupun Pahala bagi mereka yg tidak mengerjakan Puasa Nisfu Sya’ban di Bulan Sya’ban dlm Kalender Islam (Hijriah).

Namun perlu kalian ketahui bahwa Puasa Bulan Sya’ban dan Puasa Nisfu Sya’ban tidak ada perbedaan yang mencolok karena Puasa Bulan Sya’ban dikerjakan diawal Bulan Sya’ban hingga pertengahan Bulan Sya’ban, sedangkan untuk Puasa Nisfu Syaban dikerjakan hanya dipertengahan Bulan Syaban saja yaitu pada tanggal 15 dibulan Syaban. Adapun untuk rujukan mengapa disunnahkan mengerjakan Puasa Syaban dan Puasa Nisfu Syaban karena Nabi Muhammad Saw dahulu sering mengerjakan Puasa di Bulan Sya’ban, Bulan dimana Amal Ibadah bagi setiap Muslim akan diserahkan kpd Allah Swt dan tlah dijelaskan oleh Sabda Nabi Muhammad Saw dlm Hadist Shahih yg berbunyi.

” _Bulan Sya’ban ialah Bulan yg sering dilupakan oleh setiap Muslim, letak Bulan Sya’ban diantara Bulan Rajab dan Bulan Ramadhan serta Bulan Sya’ban merupakan Bulan dimana seluruh amal akan dilaporkan kpd Alloh Swt tuhan semesta alam maka dari itu saya senang saat amal saya dilaporkan, saya dlm keadaaan puasa (HR. Tirmidzi, An Nasai dan Ibnu Khuzaimah menshahihkan Hadist ini) ”.

Sedangkan Hadist Ahmad no 26022 menyatakan

Dari Ummu Salamah Ra mengatakan, ” saya tak melihat Nabi Muhammad Saw melakukan puasa dua bulan secara berurutan kecuali beliau melanjutkan Puasa di Bulan Sya’ban dg Puasa Bulan Ramadhan (HR. Ahmad, Abu Daud dan Ibnu Majah)”.

Kemudian Keutamaan Puasa Nisfu Sya’ban antara lain akan mendapatkan Pahala Puasa Sunnah, menjadi lebih beriman kepada Alloh Swt karena selalu mengikuti Sunnah Nabi Muhammad Saw dan Keistimewaan Puasa Nisfu Sya’ban tlah diterangkan didalam Sabda Nabi yg berbunyi,

” Apabila tlah datang malam Nisfu Sya’ban maka km Shalatlah pd malamnya dan kerjakanlah Puasa pd siangnya maka sesungguhnya Alloh akan turun pd malam itu sampai terbenamnya Matahari ke langit dunia, lalu Alloh Swt berfirman : Tidaklah seseorang yg memohon ampun kpdku kecuali aku (Alloh) akan mengampuni dia, tidaklah seorang hamba memohon Rizki kepadaku maka akan aku berikan Rezeki, tidaklah seseorang memohon dihindarkan dari balak kecuali akan ku berikan kesehatan dan tidaklah permohonan ini dan permintaan itu kecuali aku (Alloh) mengabulkannya hingga terbitnya Fajar(HR. Ibnu Majah) ”.

 

Hadis-hadis yang terdapat dalam kitab Fadhail al-Awqaat, yang berkiatan dengan keutamaan dari nisfu sya’ban antara lain :

Mengampuni dosa seluruh makhluk-Nya

Dari Mu’adz ibn Jabal, dari Rasulullah saw bersabda: “Sesungguhnya Allah memperhatikan malam nisfu sya’ban dimana Dia akan mengampuni dosa seluruh makhluk-Nya kecuali orang yang musyrik atau orang yang bermusuhan.

Abu Musa al-Asy’ari berkata: Rasulullah saw bersabda: “Tuhan kita turun ke langit dunia pada malam nisfu sya’ban untuk memberi ampunan kepada seluruh penduduk bumi kecuali orang musyrik dan orang yang meninggalkan persatuan umat.”

Memberi ampunan, rezeki dan mengabulkan segala permintaannya

Dari Ali ibn Abu Thalib berkata: Rasulullah saw bersabda: “Apabila malam nisfu Sya’ban tiba, dirikanlah shalat pada malamnya dan berpuasalah pada siangnya. Karena, sesungguhnya Allah SWT berseru, ‘Siapa yang meminta ampun pada malam ini, niscaya Aku akan mengampuninya; siapa yang meminta rezeki (pada malam ini), niscaya Aku akan memberinya rezeki; siapa yang meminta sesuatu kepada-Ku (pada malam ini), niscaya Aku akan mengabulkan permintaannya; siapa yang meminta ini dan itu, niscaya Aku akan memberinya apa yang ia minta, hingga terbit fajar.”

Amalan Nisfu Sya’ban

Dikutip dari nu.or.id, ada beberapa amalan yang dapat dilakukan pada nisfu Syakban. Meski sejatinya amalan-amalan ini dapat dikerjakan pada bulan-bulan lainnya.

Sya’ban berarti bulan penuh berkah dan kebaikan. Pada bulan ini Allah membuka pintu rahmat dan ampunan seluas-luasnya. Karenanya, dianjurkan untuk memperbanyak ibadah sunah seperti puasa sunah.

Hal ini sebagaimana yang dicontohkan Nabi Muhammad SAW. Sebuah hadits mengatakan bahwa Nabi SAW lebih sering puasa sunah di bulan Sya’ban dibandingkan pada bulan lainnya, (HR Al-Bukhari).

Selain puasa, menghidupkan malam sya’ban juga sangat dianjurkan khususnya malam nisfu Sya’ban (pertengahan bulan Sya’ban).

Maksud menghidupkan malam di sini ialah memperbanyak ibadah dan melakukan amalan baik pada malam nisfu Sya’ban.

Sayyid Muhammad bin ‘Alawi Al-Maliki menegaskan bahwa terdapat banyak kemuliaan di malam nisfu Sya’ban; Allah SWT akan mengampuni dosa orang yang minta ampunan pada malam itu, mengasihi orang yang minta kasih, menjawab do’a orang yang meminta, melapangkan penderitaan orang susah, dan membebaskan sekelompok orang dari neraka.

Setidaknya terdapat tiga amalan yang dapat dilakukan pada malam nisfu Sya’ban. Tiga amalan ini disarikan dari kitab Madza fi Sya’ban karya Sayyid Muhammad Alawi Al-Maliki.

Pertama, memperbanyak doa.

Anjuran ini didasarkan pada hadits riwayat Abu Bakar bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda,

Artinya, “(Rahmat) Allah SWT turun ke bumi pada malam nisfu Sya’ban. Dia akan mengampuni segala sesuatu kecuali dosa musyrik dan orang yang di dalam hatinya tersimpan kebencian (kemunafikan),” (HR Al-Baihaqi).

Kedua, membaca dua kalimat syahadat sebanyak-banyaknya.

Dua kalimat syahadat termasuk kalimat mulia.

Dua kalimat ini sangat baik dibaca kapan pun dan di mana pun terlebih lagi pada malam nisfu Sya’ban. Sayyid Muhammad bin Alawi mengatakan,

Artinya, “Seyogyanya seorang muslim mengisi waktu yang penuh berkah dan keutamaan dengan memperbanyak membaca dua kalimat syahadat, La Ilaha Illallah Muhammad Rasululullah, khususnya bulan Sya’ban dan malam pertengahannya.”

Ketiga, memperbanyak istighfar.

Tidak ada satu pun manusia yang bersih dari dosa dan salah. Itulah manusia. Kesehariannya bergelimang dosa. Namun kendati manusia berdosa, Allah SWT senantiasa membuka pintu ampunan kepada siapa pun.

Karenanya, meminta ampunan (istighfar) sangat dianjurkan terlebih lagi di malam nisfu Sya’ban. Sayyid Muhammad bin Alawi menjelaskan,

Artinya, “Istighfar merupakan amalan utama yang harus dibiasakan orang Islam, terutama pada waktu yang memiliki keutamaan, seperti Sya’ban dan malam pertengahannya. Istighfar dapat memudahkan rezeki, sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur’an dan hadits.

Leave a Reply