Komponen kimiawi penyusun sel yang berperan untuk menjaga keseimbangan pH cairan sel adalah….

a. protein
b. air
c. lemak
d. karbohidrat
e. garam mineral
Jawaban : B

Pembahasan :

Komponen kimiawi penyusun sel terdiri dari komponen anorganik (air, garam mineral, dan ion-ion) dan komponen organik (protein, lemak, karbohidrat, dan asam nukleat).

Air: berperan untuk menjaga keseimbangan pH cairan sel sehingga reaksi metabolisme yang melibatkan enzim dapat berjalan.

Garam mineral dan ion-ion: berfungsi sebagai komponen struktural sel, pemeliharaan fungsi metabolisme, pengaturan kerja enzim, menjaga keseimbangan asam dan basa.

Protein: berperan sebagai penyusun membran sel dengan bergabung bersama lemak membentuk senyawa lipoprotein, protein seperti itu dinamakan protein struktural.

Lipid/lemak: berperan sebagai pembentuk membran sel bersama protein, mengatur sirkulasi lemak yang lain, dan sumber cadangan energi bagi sel.

Karbohidrat: berperan sebagai sumber energi bagi sel, komponen pembentuk membran dan dinding sel, merupakan komponen penyusun inti sel bersama dengan protein.

Asam nukleat: berperan sebagai faktor genetika, koenzim, pembawa energi, dan pengatur biosintesis protein.

 

Baca Juga : Pengertian Unsur, Senyawa dan Campuran

 

Apa Saja Komponen Kimiawi dalam Sebuah Sel?

Jawabanya ada 2 jenis komponen kimiawi dalam sebuah sel. Komponen tersebut adalah komponen organik dan komponen anorganik.

Komponen Organik

Sesuai dengan gambar di atas, komponen organik terdiri dari karbohidrat, protein, lemak, dan asam nukleat. Kira-kira, masing-masing dari mereka perannya seperti apa, ya? Yuk, simak penjelasannya di bawah ini!

Karbohidrat

Karbohidrat terdiri atas unsur C, H dan O dengan rumus empiris Cn(H2O)n. Dalam sebuah sel, karbohidrat berfungsi sebagai pembentuk struktur sel, komponen penyusun DNA, serta untuk menghasilkan energi. Berdasarkan gugus gulanya, karbohidrat dibagi lagi menjadi dua jenis, yaitu monosakarida (1 gugus gula), disakarida (2 gugus gula) dan polisakarida (lebih dari 2 gugus gula).

Protein

Komponen organik sel yang kedua adalah protein. Kalau dengar kata protein, pasti ingat telur kan? Tapi dalam konteks ini, kita nggak membahas tentang telur, ya! Protein disusun oleh asam amino dan berperan sebagai salah satu penyusun membran sel, membantu transport substansi tertentu, dan mempercepat reaksi kimia dalam sel. Reaksi kimia tersebut terjadi dalam bentuk protein fungsional, yaitu enzim.

Lemak

Lemak juga turut berperan dalam sebuah sel, lho! Lemak tersusun oleh asam lemak dan gliserol. Lemak berfungsi sebagai komponen utama penyusun membran plasma.

Asam Nukleat

Dalam sebuah sel, asam nukleat tersusun oleh nukleotida. Ternyata, asam nukleat terdiri dari DNA dan RNA. Asam nukleat itu sendiri berperan dalam mengatur pewarisan sifat dan sintesis protein. Wah, jadi ini dia nih, yang berperan di balik proses pewarisan sifat kita!

 

Komponen Anorganik

Setelah sebelumnya membahas tentang komponen organik, sekarang kita lanjut ke komponen anorganik, ya! Masih ingat nggak, ada komponen anorganik apa saja? Yap, ada air, vitamin, dan mineral. Kuy, kita bahas satu persatu!

Air

Komponen anorganik pertama adalah air. Tahukah kamu, air merupakan komponen kimiawi sel yang komposisinya paling banyak. Fungsi air dalam sel adalah sebagai pelarut bahan organik dan anorganik serta mempercepat reaksi biologi dalam sel.

Vitamin

Dalam sel, vitamin berperan sebagai katalisator yang berfungsi untuk mempercepat reaksi kimia dalam sel. Macam-macam vitamin diantaranya adalah A, D, E, K, B dan C. Ada yang ingat fungsi dari masing-masing vitamin tersebut?

Mineral

Komponen anorganik yang terakhir adalah mineral. Mineral berperan dalam aktivitas metabolism sel , pengatur kerja enzim serta memelihara tekanan osmosis sel.

Leave a Reply